Wednesday, April 17, 2013

Kebasahan

Sendu yang mengalir semacam rumitansi hujan. Saat kita tanpa payung. Saat angin begitu besar. Saat satu arah mengantarkan kita pada sebuah definisi utama, kebasahan. Saya tak pernah merasa sebegitu sendunya kebasahan, kecuali sore ini. Sesuatu yang mungkin di luar dugaan.

Ganti cita, ganti nuansa. Ganti pola, ganti wacana. Sebentar saja, kata beliau.

Apa yang tiba-tiba akan anda lakukan atau sampaikan ketika berhubungan dengan suatu pewacanaan yang secara serius tidak pernah anda hadapi? Berlagak tahu? Ya, mungkin saya sebagian dari anda yang menjawab, iya, pada kali ini. Tidak terlalu parah mungkin. Karena saya sedikit punya pengetahuan walaupun mungkin kosong pengalaman, kosong kontekstualita.

Baiknya hanya berharap bahwa dia adalah yang terbaik di sisi Allah. Siapapun, darimanapun, bagaimanapun. Yang setulus keihlasan. Yang sekedar punya kecukupan energi cinta. Yang tidak saya temui untuk dosa. Yang mengingatkan saya akan surga. Biasa saja.

Lalu saya melirik beliau lagi, wajahnya masih sumringah, khas wanita sholehah. Ah, terjebak, terpaksa bicara soal itu juga. Kebasahan tiba-tiba.

No comments:

Post a Comment