Setiap orang pastilah memiliki keanehan di dalam dirinya. Entah disadarinya atau tidak. Entah disadari mereka atau tidak. Keanehan itu akan bercokol, semacam penyakit yang tidak mematikan, memberikan disparitas kepribadian internal dan menunjukkan sesuatu yang disebut kelebihan atau kekurangan.
Keanehan biasanya berwujud sebuah garis miring ke kanan atau ke kiri dari keadaan quo yang diamini publik. Ia bisa muncul pada satu momentum saja, bagi sebagian orang, dan bagi sebagian yang lainnya, ia berlanjut terus menerus. Pada intinya keanehan adalah sebuah resultante faktual atas ketidaksinkronan logika publik yang pada kebanyakan kasusnya terdefinisi secara logis melalui sebuah mekanisme 'keheranan' atau 'ketakjuban',
Seorang sahabat pernah menghibur saya dengan logika ini. Sambil renyah tawanya sesekali mengisi udara. Walaupun sesekali juga terdengar retak di pertengahan, tanda bahwa ia sendiri kurang yakin atas apa yang dikatakannya.
Tapi baiklah kita menganut logika pragmatis saja pada kali ini. Bahwa menganggap yang demikian itu benar, bagi saya, saat ini, adalah sebuah kesyukuran. Bahwa, bagi saya, saat ini, adalah sebuah hiburan. Tenang, membuka kembali kata-kata qur'ani yang begitu tinggi yang seringkali tidak kita mengerti.
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami
tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun,
supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat
bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah
bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang
indah." Q S Al Hajj ayat 5
Apa saja keanehan anda? Apa saja hal aneh yang pernah anda lakukan atau pikirkan?
Disebut atau dianggap aneh bagi saya dalam kurun beberapa tahun yang lalu adalah sebuah kasus yang memuakkan. Tapi kini, tentu saja, tidak lagi. Hanya saja, kadang, saya suka berduaan dengan diri saya sendiri, menanyakan kembali, berharap afirmasi yang menyejukkan keluar sebagai pengobat. Dan saya tidak merasa terkucilkan lagi.
Sebenarnya, menjadi aneh bukan hal yang begitu buruk, kadang saya berpikir lewa jalan macam itu. Kita bisa membuat sesuatu yang tak bisa dibuat orang banyak. Kita tidak bisa melakukan hal yang orang banyak dapat lakukan, itu juga sebuah kesyukuran tersendiri.
Mana anehmu? :3
No comments:
Post a Comment